HHealio
HomeProfile01Regulations02Checklist03Red Flags04Contracts05Crisis06Summary07Reflection

Legal Red Flags

10 Kesalahan Umum Founder yang Harus Dihindari

CRITICAL

1. Memproses Data Kesehatan Tanpa Persetujuan Eksplisit

Kesalahan:

Mengumpulkan data medis atau NIK pengguna Healio tanpa dasar pemrosesan yang sah atau persetujuan tertulis yang jelas.

Bunyi Pasal:

Pasal 20 ayat (2) huruf a UU PDP menyatakan bahwa dasar pemrosesan data pribadi meliputi persetujuan yang sah secara eksplisit dari Subjek Data Pribadi.

Studi Kasus:

Penyelidikan terhadap platform kesehatan di Indonesia oleh otoritas karena dugaan pengumpulan data medis tanpa transparansi penggunaan yang memadai kepada konsumen.

CRITICAL

2. Kegagalan Melindungi Sistem dari Akses Ilegal (Data Breach)

Kesalahan:

Tidak menerapkan sistem keamanan yang andal, sehingga data rekam medis Healio bocor ke pihak luar.

Bunyi Pasal:

Pasal 35 UU PDP mewajibkan Pengendali Data Pribadi untuk melindungi dan memastikan keamanan Data Pribadi yang diprosesnya.

Studi Kasus:

Kebocoran data Tokopedia tahun 2020 (91 juta data pengguna), yang menunjukkan risiko hukum besar jika startup gagal menjaga keamanan infrastruktur digitalnya.

HIGH

3. Mengabaikan Kewajiban Melindungi Data Anak

Kesalahan:

Tidak menyediakan mekanisme verifikasi usia bagi pengguna Healio di bawah umur.

Bunyi Pasal:

Pasal 16A ayat (4) UU No. 1/2024 mewajibkan penyelenggara sistem elektronik menyediakan mekanisme verifikasi pengguna anak.

Studi Kasus:

Denda besar terhadap TikTok (oleh FTC internasional) karena memanen data anak di bawah usia 13 tahun tanpa izin orang tua yang memadai.

CRITICAL

4. Menyebarkan Iklan atau Informasi Obat yang Menyesatkan

Kesalahan:

Membuat klaim kesehatan palsu dalam fitur pengingat obat Healio yang menipu konsumen.

Bunyi Pasal:

Pasal 28 ayat (1) UU ITE (Amandemen 2024) melarang penyebaran informasi yang berisi pemberitahuan bohong atau informasi menyesatkan yang mengakibatkan kerugian materiel bagi konsumen.

Studi Kasus:

Skandal Theranos di Amerika Serikat, di mana Elizabeth Holmes dipidana karena klaim teknologi medis palsu yang menyesatkan investor dan konsumen.

HIGH

5. Penggunaan Kode atau UI/UX Tanpa Pengalihan Hak Cipta

Kesalahan:

Membeli kode aplikasi dari pengembang lepas (freelancer) tanpa kontrak pengalihan hak ekonomi tertulis.

Bunyi Pasal:

Pasal 16 ayat (2) UU Hak Cipta menyebutkan Hak Cipta dapat beralih karena perjanjian tertulis.

Studi Kasus:

Sengketa awal pendirian Snapchat, di mana salah satu pendiri (Reggie Brown) menggugat karena haknya atas ide dan kode awal tidak diakui secara legal.

CRITICAL

6. Pelanggaran Rahasia Dagang Mantan Perusahaan

Kesalahan:

Founder menggunakan algoritma atau metode internal dari perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya untuk membangun Healio.

Bunyi Pasal:

Pasal 13 UU Rahasia Dagang menyatakan pelanggaran terjadi jika seseorang dengan sengaja mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkari kesepakatan untuk menjaga Rahasia Dagang.

Studi Kasus:

Kasus Waymo vs Uber, di mana mantan insinyur Google (Anthony Levandowski) dituduh mencuri data rahasia teknologi otonom untuk dibawa ke Uber.

MEDIUM

7. Tidak Memiliki NDA saat Melakukan Pitching

Kesalahan:

Membocorkan metode unik Healio kepada calon mitra atau investor tanpa perjanjian kerahasiaan.

Bunyi Pasal:

Pasal 4 huruf b UU Rahasia Dagang memberikan hak kepada pemilik untuk melarang pihak lain untuk menggunakan Rahasia Dagang atau mengungkapkan Rahasia Dagang itu kepada pihak ketiga.

Studi Kasus:

Berbagai kasus startup kecil di Silicon Valley yang idenya ditiru oleh perusahaan besar setelah pertemuan presentasi (pitching) tanpa perlindungan hukum.

HIGH

8. Pembagian Saham antar Founder yang Hanya Lisan

Kesalahan:

Tidak menuangkan kesepakatan porsi kepemilikan dan tugas antar founder dalam dokumen tertulis.

Bunyi Pasal:

Pasal 1865 KUHPerdata menyatakan setiap orang yang mengaku mempunyai suatu hak diwajibkan membuktikan adanya hak itu. Tanpa bukti tertulis, hak saham sulit dibuktikan.

Studi Kasus:

Kasus Winklevoss bersaudara vs Mark Zuckerberg, di mana ketidakjelasan kontrak di awal pendirian Facebook berujung pada gugatan hukum bertahun-tahun.

CRITICAL

9. Akses Ilegal ke Sistem Kompetitor untuk Mencuri Data

Kesalahan:

Founder Healio meretas atau masuk ke database aplikasi pesaing untuk mengambil daftar pelanggan.

Bunyi Pasal:

Pasal 30 ayat (1) UU ITE melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain.

Studi Kasus:

Kasus hukum antara startup transportasi online di Indonesia yang melibatkan mantan karyawan yang mencoba mengakses data internal sistem lama setelah keluar.

CRITICAL

10. Menyembunyikan Kebocoran Data dari Pengguna

Kesalahan:

Healio mengalami kebocoran data namun founder tidak segera memberitahu pengguna karena takut reputasi hancur.

Bunyi Pasal:

Pasal 46 ayat (1) UU PDP mewajibkan pemberitahuan tertulis kepada Subjek Data paling lambat 3 x 24 jam sejak terjadi kegagalan pelindungan data.

Studi Kasus:

Uber pada tahun 2016 menyembunyikan kebocoran data 57 juta pengguna dan justru membayar peretas untuk diam, yang berujung pada denda internasional yang sangat besar dan sanksi pidana.

Pencegahan adalah Kunci

Kesalahan-kesalahan di atas dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar, kehilangan kepercayaan pengguna, sanksi hukum, bahkan penutupan perusahaan. Investasi dalam kepatuhan hukum sejak dini jauh lebih murah daripada menghadapi konsekuensi hukum di kemudian hari. Konsultasikan dengan legal counsel untuk memastikan startup Anda terlindungi dengan baik.